Perbedaan Tingkat Konsumsi Zat Gizi Makro dan Mikro pada Kejadian Stunting di Wilayah Kota dan Kabupaten Malang
Abstract
Stunting merupakan masalah gizi yang disebabkan oleh kurangnya asupan zat gizi dalam waktu lama akibat pemberian makanan tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari janin dalam kandungan dan terlihat saat anak berusia dua tahun. Berdasarkan data SSGI tahun 2022 prevalensi stunting di Kota Malang sebesar 9,55% dan Kabupaten Malang sebesar 7,8%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat konsumsi zat gizi makro dan mikro pada kejadian stunting di wilayah Kota dan Kabupaten Malang. Jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan bulan Agustus-September 2024 di Wilayah Kerja Puskesmas Arjuno dan Puskesmas Bululawang dengan populasi 60 balita stunting usia 24–59 bulan serta menggunakan teknik sampling rule of thumb. Instrumen penelitian berupa form food recall 3x24 jam dan food frequency questionnaire (FFQ). Hasil penelitian yaitu terdapat hubungan signifikan antara konsumsi Iodium di di Kota dan Kabupaten Malang dengan tingkat konsumsi di wilayah kabupaten lebih tinggi dibandingkan di wilayah Kota Malang (p=0,019). Sedangkan energi, zat gizi makro dan mikro lainnya tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p>0,05). Mayoritas kedua wilayah memiliki tingkat konsumsi defisit atau kurang. Diperlukan penelitian lanjutan untuk memperoleh variasi tingkat konsumsi di masing-masing wilayah dan pemberian edukasi atau konsultasi gizi seimbang untuk mencapai tingkat konsumsi sesuai kebutuhan.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
About the Journal