PMT, Gizi Kurang, Pengembangan F Modifikasi PMT DELTA-K Bagi Balita Gizi Kurang di UPTD Puskesmas Sempol

  • Nina Erywiyatno poltekkes malang
  • Theresia Puspita

Abstract

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah kegiatan pemberian makanan kepada balita dalam bentuk kudapan yang aman dan bermutu serta kegiatan pendukung lainnya dengan memperhatikan aspek mutu dan keamanan pangan serta mengandung nilai gizi yang sesuai dengan kebutuhan sasaran. Gizi kurang pada balita dipengaruhi oleh faktor langsung dan tidak langsung. Faktor langsung yang mempengaruhi gizi kurang antara lain penyakit infeksi dan asupan makan balita, sedangkan faktor tidak langsung yang mempengaruhi gizi pada balita yaitu pendidikan, pengetahuan, keterampilan keluarga dan ketahanan pangan seluruh anggota keluarganya dalam jumlah yang cukup. Pengembangan formula makanan berbasis PMT yang disesuaikan dengan kondisi lokal menjadi langkah strategis untuk menjawab permasalahan ini. Formula tersebut harus memenuhi syarat AKG (Angka Kecukupan Gizi), berbahan dasar pangan lokal yang mudah didapat dan murah, serta memiliki cita rasa yang dapat diterima oleh sasaran. Metode penelitian menggunakan RAL. Variabel bebas yaitu proporsi lele, tempe dan kelor. Variabel keterikatan nilai gizi (energi, protein, lemak dan karbohidrat, Fe dan mutu protein) serta mutu organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur). Hasil dari penelitian ini Formulasi Dimsum ikan lele, tempe dan kelor berupa Dim Sum memberikan perbedaan yang tidak signifikan terhadap rasa, aroma, warna, dan tekstur serta memberikan perbedaan nilai energi dan mutu gizi yang signifikan terhadap protein, lemak, dan karbohidrat.

References

[1] Kementerian Kesehatan RI, “Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022,” Kemenkes, pp. 1–150, 2022.
[2] P. R. S. Putra, I. Karina, and Imtihan, “Analisis Kandungan Gizi pada Produk Diversifikasi Olahan Ikan Lele (Clarias gariepenus) Pandhu,” J. Pengelolaan Sumberd. Perair., vol. 8, no. 1, pp. 65–73, 2024.
[3] R. P. I. Abdullah, “Literature Review: Pengaruh Asupan Karbohidrat, Protein dan Lemak terhadap Resiko Stunting Anak Usia 2-5 Tahun,” Fakumi Med. J. J. Mhs. Kedokt., vol. 3, no. 3, pp. 155–163, 2023, doi: 10.33096/fmj.v3i3.217.
[4] E. Riestamala, I. Fajar, and S. I. Setyobudi, “Formulasi Ikan Lele Dan Bayam Hijau Terhadap Nilai Gizi, Mutu Organoleptik, Daya Terima Risoles Roti Tawar Sebagai Snack Balita,” J. Nutr. Coll., vol. 10, no. 3, pp. 233–242, 2021, doi: 10.14710/jnc.v10i3.30749.
Published
2025-12-31
How to Cite
ERYWIYATNO, Nina; PUSPITA, Theresia. PMT, Gizi Kurang, Pengembangan F Modifikasi PMT DELTA-K Bagi Balita Gizi Kurang di UPTD Puskesmas Sempol. JURNAL ILKES (Jurnal Ilmu Kesehatan), [S.l.], v. 16, n. 2, p. 238-243, dec. 2025. ISSN 2549-9408. Available at: <https://ilkeskh.org/index.php/ilkes/article/view/450>. Date accessed: 15 june 2026. doi: https://doi.org/10.35966/ilkes.v16i2.450.