Pengaruh Penambahan Tepung Kacang Merah Terhadap Daya Terima dan Kadar Air Mie Basah Beras Merah

  • Frenky Arif Budiman Prodi Sarjana Gizi STIKES Karya Husada Kediri
  • Theresia Puspita Poltekes Kemenkes Malang

Abstract

ABSTRAK


Obesitas merupakan suatu kelainan yang ditandai dengan penimbunan jaringan lemak dalam tubuh secara berlebihan. Kejadian ini bisa disebabkan oleh rendahnya konsumsi serat. Menurut RISKESDAS 2018 prevalensi kejadian obesitas di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami kenaikan yang signifikan pada remaja usia ≥ 15 tahun. Mie basah  menjadi pilihan alternatif karena mudah pengolahannya dan dikenal luas oleh masyarakat. Sebagai salah satu upaya pencegahan obesitas adalah melakukan penambahan tepung kacang merah pada mie basah beras merah. Pengolahan produk dengan penambahan tepung kacang merah pada mie basah beras merah yang tinggi serat dan protein diharapkan menjadi alternatif pilihan makanan bagi penderita obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kacang merah terhadap daya terima dan kadar air mie basah beras merah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Adapun perlakuan pada penelitian ini adalah perbandingan tepung terigu : tepung beras merah : tepung kacang merah yaitu P1=(80%:20%:0%), P2=(70%:20%:10%) dan P3=(60%:20%:20%). Bedasarkan hasil uji statistik Kruskal Wallis dan Analysis of Varince (ANOVA) menunjukkan tidak adanya pengaruh formulasi tepung beras merah dan tepung kacang merah terhadap warna, aroma, rasa, tekstur dan kadar air. Produk daya terima organoleptik mie basah yang paling disukai dari segi warna, rasa dan tekstur yaitu pada perlakuan P2=(70%:20%:10%), sementara dari segi aroma ada pada P1=((80%:20%:0%). Kadar air paling sedikit terdapat pada produk perlakuan P1(80%:20%:0%) dengan kadar air (58%). Disarankan penelitian selanjutnya perlu dilakukan uji daya simpan mie basah berupa inovasi produk dengan bahan-bahan pada mie basah.

References

DAFTAR PUSTAKA

Anisa, R., 2018. Pengaruh Kombinasi Tepung Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L) Dan Karagenan Terhadap Beberapa Komponen Mutu Biskuit. Skripsi. Fakultas Teknologi Pangan Dan Agroindustri. Universitas Mataram.
Antara, (2015). Senyawa Aroma dan Citarasa (Aroma and Flavour Compounds) .[Modul kuliah]. Tropical Plan Curriculum Project Udayana University.
Arifiatin, (2000). Tinjauan Cita Rasa Makanan Pasien di Rumah Sakit Islam Sakapura Jakarta Utara. [Skripsi]. Jakarta : UI Depok.
Astawan, (1999). Membuat Mie dan Bihun. Penebar Swadaya, Jakarta.
Astawan, Made, (2008). Sehat dengan Hidangan Hewani. Penebar Swadaya, Jakarta.
Astawan, 2008. Membuat Mie danBihun, Penebar Swadaya :Jakarta.
Boediono, 2012. Pemisahan dan Pencirian Amilosa dan Amilopektin dari Pati Jagung dan Pati Kentang pada Berbagai Suhu. Skripsi. FMIPA. IPB.
Direktorat Gizi Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2005. Daftar komposisi bahan makanan. Bhratara Karya Aksara. Jakarta.
Hanny, Wijaya, (2009). Sensasi Rasa. Foodreview Indonesia.Vol. IV/No. 10.
Jamaluddin, (2014). Kajian Isotermi Sorpsi Air dan Fraksi Air Terikat Kue Pia Kacang Hijau Asal Kota Gorontalo. Jurnal Ilmu Teknologi Pangan, Vol. 2, No. 1, hal. 27.
Kristina, 2007. Ciri-Ciri Mie Basah Yang Mengangung Formalin. Penerbit Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Industri Penelitian Ujung Pandang
Kurdanti, Weni, Isti Suryani, Nurul Huda Syamsiatun, Listiana Purnaning Siwi, Mahardika Marta Adityanti, Diana Mustikaningsih dan Kurnia Isnaini Sholihah. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Obesitas pada Remaja. Jurnal Gizi Klinik Indonesia 2015. Halaman 179-190.
Kurnianingtyas, A., N. Rohmawati, dan A. Ramani, 2014. Pengaruh Penambahan Tepung Kacang Merah Terhadap Daya Terima, Kadar Protein, dan Kadar Serat pada Bakso Jantung Pisang. e-Jurnal Pustaka Kesehatan, vol. 2 no 3.
Leo, M and L. Nollet. (2007). Handbook of Meat Poultry and Seafood Quality. Blackwell Publishing John Wiley & Sons, Inc.
Maylani, D., 2014. Kajian Mutu Mi Instan Yang Terbuat Dari Tepung Jagung Lokal Riau Dan Pati Sagu. Jom Faperta. 1(2): 2.
Marotz, (2005). Health, Safety, and Nutrition for Young Child. 6th Edition.The Thompson Coorporation. USA.
Midayanto, (2014). Functional Properties and Performance of Cowpea/ Plantain/ Wheat Flour Blends in Biscuits. Plant Food for Human Nutrition (Formerly Qualitas Plantarum) 58 (3) : 1-8edy.
Nurlinda.(2017). Kadar Air, Kadar Serat dan Vitamin C Chicken Nugget pada Jenis dan Level Penambahan Pasta Tomat. [Skripsi]. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin Makassar.
Palacio dan Theis, (2009). Introduction to Food Service. Pearson Education Ohio ; 11th ed
Rakasiwi A, 2008. http//www.ilmuwan.wordpress.com. Efek Makan Mie Bagi Kesehatan. Diakses Tanggal 16 Februari.
Riset Kesehatan Dasar(Riskesdas) (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2018. http://www.depkes.go.id/resources/download/infoterkini/materi_rakorpop_2018/Hasil%20Riskesdas%202018.pdf–Diakses Agustus 2018.
Sari, (2015). Tekstur Makanan Sebuah bagian dari Food Properties yang terlupakan dalam Memelihara Fungsi Kognisi (Food texture : a part of the Food Properties that ignorable for maintaining cognitive function). Makassar Dent J. Volume. 4 (6) : 184-189.
Setyaningsih D, Apriyantono A, Sari MP. (2010). Analisis Sensori. Bogor : IPB Press.
Sinaga, (2007). Pengaruh Konsentrasi Susu Skim dan Kosentrasi Sukrosa Terhadap Karakteristik Yoghurt Jagung (Zea mays L.). [Skripsi]. Universitas Pasundan, Bandung.
Soekarto, (2002). Penilaian Organoleptik untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian. Bharata Karya Aksara, Jakarta.
Soekarto dan Hubeis, (2000). Metodologi Penelitian Organoleptik. Petunjuk Laboratorium. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi, Progran Studi Ilmu Pangan, Institut Pertanian Bogor.
Sri, Lestari, (2015). Uji Organoleptik Mi Basah Berbahan Dasar Tepung Talas Beneng (Xantoshoma undipes) untuk Meningkatkan Nilai Tambah Bahan Pangan Lokal Banten. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi pangan. Volume 1, Nomor 4. Halaman : 941-946.
Standar Nasional Indonesia. 1992. Mi Basah SNI 01-2973-1992. Jakarta : Badan Standarisasi Nasional.
Sudarmadji, (1984). Prosedur Analisa untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Penerbit Angkasa, Bandung.
Sunaryo, E. 1985. Pengolahan Produk Serealia dan Biji-bijian. Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi. IPB. Bogor.
Sunaryo, E., 1985. Pengolahan Produk Serelia dan Biji-bijian. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Suryana, Achmad, (2008). “Menelisik Ketahanan Pangan, Kebijakan Pangan, dan Swasembada Beras”. Pengembangan Inovasi Pertanian No.1 2008 : 1- 16. Universitas Diponegoro, Semarang.
Suyanti, 2010. Membuat Mie Sehat, Bergizi dan Bebas Pengawet. Penebar Swadaya : Jakarta.
Tala, (2009). Manfaat Serat Bagi Kesahatan. Departemen Ilmu Gizi. Fakultas Kedokteran. Universitas Sumatra Utara.
Tian. (2009). Perencanaan Usaha Mi Basah. Bandung; Angkasa.
Widyaningsih, T.B., Murtini, E.S. 2006. Alternatif Pengganti Formalin pada Produk Pangan. Surabaya : Trubus Agrisarana.
Widyaningtyas, M., dan W. H. Susanto, 2015. Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Hidrokoloid (Carboxy methyl cellulose, xanthan gum, Dan Karagenan) Terhadap Karakteristik Mie Kering Berbasis Pasta Ubi Jalar Varietas Ase Kuning. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 3(2):417-423.
Winarno, (2000). Kimia Pangan dan Gizi. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Winarno, (2002). Kimia Pangan dan Gizi. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Winarno, 2004. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utara : Jakarta.
Yolaning, W. F., 2012. Kajian Kualitas Kimia Dan Biologi Beras Merah (Oryzaa nivara) Dalam Beberapa Pewadahan Selama Penyimpanan. Skripsi. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Published
2026-02-09
How to Cite
BUDIMAN, Frenky Arif; PUSPITA, Theresia. Pengaruh Penambahan Tepung Kacang Merah Terhadap Daya Terima dan Kadar Air Mie Basah Beras Merah. JURNAL ILKES (Jurnal Ilmu Kesehatan), [S.l.], v. 16, n. 2, p. 354-365, feb. 2026. ISSN 2549-9408. Available at: <https://ilkeskh.org/index.php/ilkes/article/view/471>. Date accessed: 05 aug. 2026. doi: https://doi.org/10.35966/ilkes.v16i2.471.